Pahami Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah sebelum Transaksi Jual Beli

Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah – Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi pengetahuan tentang Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah.  Sangat penting tentunya bagi anda para pemula yang baru ingin membeli rumah atau ingin terjun di bisnis properti.

Sesuatu yang penting dalam segala bidang bisnis apapun. yaitu aspek legal properti. Ada beberapa jenis surat rumah atau surat properti yang berdasarkan keabsahannya di mata hukum dan negara. Ok, berikut ini tentang aneka Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah:

ragam jenis sertifikat surat rumah properti - Pahami Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah sebelum Transaksi Jual Beli

  • Sertifikat Hak Milik (SHM). Ini adalah legalitas yang terkuat. Sertifikat hak milik ini memiliki arti bahwa si pemilik properti tersebut dapat menjual rumah secara bebas dan sah, dapat menyewakan, dapat menghibahkan, dapat diwariskan, dapat dikerjasamakan, dapat menggadaikan, dan lain-lain dalam jangka waktu selama-lamanya dan tidak dibatasi. Untuk itu, sangat disarankan untuk membeli rumah yang sudah memiliki status hak milik dengan SHM.
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Hak guna bangunan (HGB) adalah bentuk sertifikat kedua setelah SHM. Pemegang SHGB ini memiliki hak untuk membangun, menempati, meskipun properti itu bukan merupakan miliknya secara utuh. Jangka waktu menempati properti yang berstatus HGB selama 25 tahun dan dapat diperpanjang lagi maksimal 20 tahun kemudian. permohonan harus diajukan 2 tahun sebelum masa hak guna bangunan berakhir.
  • Hak Guna Usaha (HGU). Hak Guna Usaha ini adalah hak untuk menggunakan tanah atau properti tertentu yang dimiliki oleh negara, artinya, negara meminjamkan tanah atau lahan tertentu untuk digunakan sebagai tempat usaha. Contohnya, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) meminjam lahan HGU milik negara selama 25 tahun dan terus diperpanjang selama 20 tahun berikutnya. Namun sering kita dengar dan lihat, banyak terjadi konflik yang terjadi antara negara, pihak PTPN dan masyarakat. Hal ini membuat investor agak ngeri untuk meminjam tanah berstatus HGU ini.
  • Tanah Girik . Tanah girik adalah tanah adat yang dijual tanpa dihadiri oleh pihak notaris atau pejabat BPN. Biasanya hanya diwakili lurah atau camat. surat ini lemah dan berpotensi besar untuk sengketa. Untuk menjadikan status sertifikat hak milik, membutuhkan waktu hampir setahun.
  • Tanah Verponding. adalah tanah pemberian pihak perkebunan pada zaman VOC dahulu kepada tuan tanah atau pejabat setempat, sampai sekarang tanah seperti ini masih ada dan sebaiknya jangan membeli tanah yang statusnya seperti ini.
  • Tanah Negara. Tanah milik negara dan dikuasai oleh negara. jelas ya?

Dari ulasan tentang Jenis Sertifikat Atau Surat Rumah di atas, dapat disimpulkan bahwa jika anda ingin membeli properti, silahkan membeli properti dengan status SHM atau SHGB. Diluar itu, kalau anda seorang pemula, dan disarankan jangan pernah membeli tanah berstatus di luar kedua tersebut, kenapa?. SHM dan SHGB memiliki keuntungan yaitu, sah secara hukum negara, mudah diperjual belikan, dapat diterima bank sebagai jaminan,  minim konflik dlsb. Tapi perlu diingat, selalu periksa keabsahan SHM dan SHGB ini ke Badan Pertanahan Nasional, baru setelah itu anda aman untuk melakukan proses jual beli selanjutnya.