Wajib Tahu! Ini 6 Istilah Penting dalam Bisnis Jual Beli Properti

Bisnis properti belakangan ini menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang kemudian mulai menjalankan bisnis ini, baik menjadi investor ataupun terjun langsung. Meskipun begitu, bagi Anda yang mungkin baru mendalami bisnis properti ini, Anda wajib mengetahui berbagai istilah dalam bisnis jual beli properti yang sering digunakan. Istilah-istilah ini sebenarnya tidak hanya harus diketahui oleh investor atau agen saja, sebagai pembeli juga harus mengetahui istilah-istilah tersebut.

Istilah dalam Bisnis Jual Beli Properti yang Umum Digunakan

Ada banyak sekali istilah yang sering digunakan dalam bisnis jual beli properti. Beberapa diantaranya mungkin sudah tidak asing bagi Anda. Seperti misalnya agen, orang yang mungkin sering berhubungan langsung dengan pembeli. Agen ini adalah orang yang bertugas mencari listing sekaligus menjual properti dari listing tersebut.

istilah penting dalam bisnis properti » Wajib Tahu! Ini 6 Istilah Penting dalam Bisnis Jual Beli Properti

Berikut ini adalah beberapa istilah lain yang sering digunakan dalam bisnis jual beli properti.

  1. AJB (Akta Jual Beli)

Istilah pertama yang mungkin sering digunakan dalam bisnis properti dan setidaknya harus diketahui oleh calon pembeli adalah AJB (Akta Jual Beli). Akta Jual Beli (AJB) ini adalah dokumen berupa akta yang menjadi bukti terjadinya peralihan hak atas sebuah aset dari penjual sebagai pemilik lama kepada pembeli sebagai pemilik baru. Dokumen ini adalah dokumen yang sah secara hukum atas kepemilikan aset tersebut, karena di dalamnya sudah terdapat nama pembeli sebagai pemilik baru, menggantikan nama pemilik lama para sertifikat.

  1. HGB (Hak Guna Bangunan)

Selain akta jual beli, istilah lain yang berkaitan dengan dokumen properti adalah Hak Guna Bangunan (HGB). HGB ini juga merupakan sebuah dokumen yang sah, yang mana di dalamnya berisi tentang hak bagi pemilik untuk memiliki sekaligus mendirikan bangunan di atas tanah yang bukan miliknya. Jadi, pemilik sertifikat bukanlah pemilik tanah, namun berhak mendirikan bangunan di atas tanah tersebut. Biasanya ada jangka waktunya, yaitu maksimal 30 tahun.

  1. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Istilah dalam bisnis jual beli properti selanjutnya yang wajib diketahui adalah KPR. Istilah ini mengacu pada sistem pembayaran yang merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya berupa kepemilikan rumah dengan cara pembayaran mencicil. Besar cicilan yang ditentukan pun tergolong ringan, biasanya kurang dari 30% dari penghasilan pokok nasabah.

  1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Selanjutnya adalah NOJP (Nilai Jual Objek Pajak), yaitu harga rata-rata dari transaksi jual beli properti yang terjadi. NOJP ini juga bisa diartikan sebagai nilai yang sudah diterapkan oleh negara sebagai dasar untuk pengenaan pajak PBB. NOJP ini sering dianggap sebagai harga paling rendah atas sebuah properti. Karena itu, biasanya properti akan dijual dengan harga 1.5-2 kali lipat dari NOJP ini.

  1. Sinking Fund

Bagi Anda yang menggunakan properti dengan cara menyewa, seperti apartemen misalnya, istilah ini adalah istilah yang harus Anda ketahui. Sinking fund ini adalah biaya yang harus dibayarkan oleh penyewa ataupun pemilik dari properti seperti mall, kantor hingga apartemen. Biaya yang dibayarkan ini digunakan untuk pengembangan maupun perawatan gedung tersebut.

  1. Sunrise dan Sunset Properti

Dalam bisnis properti, sering disebutkan properti yang berstatus sunrise dan sunset. Istilah sunrise dan sunset properti ini mengacu pada usia dan kualitas properti tersebut. Sunrise properti adalah properti yang baru dikembangkan dengan kenaikan nilai yang stabil. Sedangkan sunset properti adalah jenis properti yang sudah tua dengan kualitas yang sudah menurun.

 

Nah, itu tadi adalah beberapa istilah dalam bisnis jual beli properti yang sering digunakan. Dengan mengetahui beberapa istilah dasar yang digunakan tentu akan memberikan wawasan tambahan kepada Anda tentang bisnis jual beli properti.